Miserere
Untuk hidup, ia harus makan. Dan untuk makan, seseorang harus mati. Sesuatu yang menyumbat kerongkongan Lee Yeong-eum, membuatnya tidak bisa menelan makanan selama bertahun-tahun. Tubuhnya kering kerontang. Satu-satunya benda yang ia bisa telan hanyalah tusuk gigi pati. Pada suatu hari, ia menyaksikan kematian tragis seorang pria. tiba-tiba sesuatu yang selama ini menyumbat tenggorokannya hilang. Yeong-eum mendadak bisa menelan makanan lagi. Rentetan kematian nan ganjil terjadi di sekitar Yeong-eum. Siapa wanita ini sebenarnya? Mengapa dia selalu berada di tengah-tengah kematian.
| Author | : | Choi Nan-young |
| Price | : | Rp 1 |
| Category | : | MYSTERY & THRILLERS |
| Page | : | 312 halaman |
| Format | : | Soft Cover |
| Size | : | 13,5 X 20 |
| ISBN | : | 0 |
| Publication | : |
“Oh, Tuhan! Tunggu sebentar! Aku belum bisa menenangkan
diri. Perempuan sialan itu adalah jelmaan iblis! Sulit untuk
menjelaskannya. Artikel yang ia unggah di laman surat kabar kami,
pengakuan gila itu, hanyalah kebohongan! Ia hanya membungkus
pembunuhan yang dilakukannya supaya tampak masuk akal.
Gyeong-jun, atau lebih tepatnya Reporter Cheon, katanya akan
segera menikah. Dengan Lee Yeong-eum, perempuan sialan itu!
Aku pikir itu cuman lelucon karena lelaki itu sedang mabuk. Siapa
juga yang mau menikah dengan perempuan menjijikkan seperti
itu? Tapi, Reporter Cheon tewas, kan? Sebelumnya ibunya
Reporter Cheon, terus sekarang Reporter Cheon sendiri. Hah,
apa hanya itu? Tidak. Reporter Park yang dulu bekerja bersama
juga, semuanya sudah mati.”
- Cuplikan wawancara dengan Direktur Yoon, CEO Life View
“Aku juga membaca artikel yang beredar di internet. Ternyata
ada cerita tentangku di sana. Karena itu aku yang lebih dulu
menghubungimu. Kami hidup bersama sekitar tiga tahun. Benar,
aku adalah asisten perawat di fasilitas rehabilitasi yang didirikan
oleh sekte agama sesat itu. Tapi, ia bukan tipe orang yang bisa
membunuh. Dia bahkan kesulitan merawat tubuhnya sendiri.
Minum air saja ia kepayahan sekali. Katanya tenggorokannya
tersumbat. Selama tiga tahun penuh, aku yang memasang infus
untuknya. Karena melihatnya dari dekat, jadi aku lebih tahu
daripada siapa pun. Oh, tusuk gigi itu? Itu satu-satunya benda
yang bisa ia makan. Ia memakannya dengan begitu lahap. Sungguh
aneh, bukan? Di dunia ini memang ada banyak hal yang bisa
dijelaskan. Ia memang orang seperti itu. Tapi sekarang orang lain
juga… Ah, ini identitasku benar-benar dirahasiakan, bukan? Aku
dengar ada imbalannya juga.”
- Cuplikan wawancara dengan K, asisten perawat di Panti
Rehabilitasi XXX
RECOMMENDED FOR YOU Explore More